Jenis-Jenis Bahan Cetak Payung dan Keunggulannya

Musim hujan sudah di depan mata, membuat kita harus ekstra berhati-hati supaya tidak sakit. Saat musim hujan pastinya kita membutuhkan starter kit seperti payung, jas hujan, minyak angin dan lainnya. Salah satu starter kit yang cukup penting adalah payung. Sebenarnya payung tidak hanya bisa dipakai ketika musim hujan saja. Namun juga bisa diandalkan untuk melindungi tubuh dari panas yang tidak terduga. Di pasaran sendiri terdapat banyak desain payung menarik dan simpel yang bisa dibawa kemana-mana. Contohnya seperti payung lipat yang bisa dimasukkan ke dalam tas. Awalnya payung ditemukan 4 ribu tahun lalu dengan desain khusus hanya untuk melindung si pemakai dari panas matahari. Sampai akhirnya bangsa China berhasil membuat payung anti air untuk melindungi ketika hujan dengan memanfaatkan lilin sebagai pelapis kertas.

Beberapa Jenis Bahan Cetak Payung & Keunggulannya

Di masa sekarang ini, payung tidak hanya dipakai untuk melindungi tubuh dari panas dan hujan saja. Namun juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lainnya. Misalnya dipakai untuk kebutuhan souvenir. Banyak acara besar yang memanfaatkan payung untuk souvenir. Dalam pembuatannya, payung bisa dibuat dengan menggunakan beberapa jenis bahan. Semakin baik jenis bahan payung yang dipakai, maka kualitasnya pun akan semakin baik.

Berikut ini beberapa jenis bahan yang biasanya dipakai untuk membuat payung dan kelebihannya.

Polyester

Tentunya sudah tidak asing dengan bahan yang satu ini bukan? Polyester merupakan bahan kain buatan dari proses kimiawi dan bukan dari alami seperti katun. Bahan kain ini dibuat dari hasil campuran Polythylene Terephthalate dan Ester. Yang mana menghasilkan bahan kain tipis, kasar tetapi awet. Bahan ini awet karena bahan dasarnya tersebut, yakni zat plastik dan minyak bumi. Selain bisa dipakai untuk membuat payung. Bahan ini pun bisa dipakai untuk membuat pakaian, tali, perabotan rumah tangga sampai tirai jendela.

Kelebihan bahan polyester:

  • Tidak mudah kusut meskipun sudah ditekuk
  • Kemampuan dalam menyerap panas yang baik membuat payung dari bahan polyester jadi cepat kering
  • Memiliki daya tahan tinggi, sehingga bisa dipakai dalam waktu jangka panjang
  • Pun bahan ini bisa tahan dari kuman dan bakteri, tidak heran jika bahan ini cocok digunakan untuk membuat payung

Parasut

Jenis bahan kain parasut sendiri dibedakan menjadi beberapa macam. Diantaranya adalah parasut silver, parasut bening dan parasut milky. Yang mana setiap bahan ini memiliki kelebihan tersendiri. Untuk bahan parasut ini bisa dibuat menjadi payung otomatis, payung lipat, payung standar, dan payung terbalik.

Kelebihan bahan parasut:

  • Bahan ini bisa diandalkan saat musim hujan karena sifatnya anti air meskipun tidak semua jenis.
  • Termasuk ke dalam jenis bahan yang bagus, karena terbilang awet dan ringan meskipun cenderung tipis.
  • Mudah untuk dibersihkan sehingga tampilan payung akan tetap rapi meskipun sudah dipakai berkali-kali.
  • Harga bahan parasut relatif lebih terjangkau dan banyak dijual oleh vendor bahan kain.
  • Sangat ringan dan mudah dibentuk menjadi bermacam-macam model payung.

Nilon

Untuk jenis bahan kain ini pun banyak dilirik oleh vendor pembuatan payung. Bahan ini mempunyai kelebihan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Kelebihannya seperti;

  • Mempunyai tingkat kekuatan yang sangat bagus dan elastisitas tinggi, jadi mudah dibentuk menjadi berbagai macam model
  • Tingkat keawetannya pun bagus, sehingga cepat kering dan tidak akan membuat lembap
  • Tidak mudah berjamur dan tahan panas serta air
  • Mampu melindungi penggunanya dengan maksimal

Plastik

Bisa dikatakan jika bahan ini jarang dipakai untuk membuat payung di Indonesia. Tetapi beberapa perusahaan ada yang tertarik untuk menggunakan bahan ini. Hal ini karena bahan ini transparan dan banyak dipakai oleh masyarakat Jepang untuk dijadikan payung. Kesan yang transparan membantu memberikan penglihatan saat menggunakan payung jika sedang badai.

Kelebihan bahan plastik:

  • Lumayan tahan air, jadi tidak kalah dengan bahan payung lainnya
  • Sangat elastis, jika tertiup angin dan terbalik bisa mudah diperbaiki

Cara Memilih Payung yang Baik dan Tepat

Saat ingin membeli payung, tentunya ada beberapa hal penting yang harus dipertimbangkan terlebih dahulu. Nah supaya Anda bisa memilih payung yang tepat, ikuti cara berikut ini.

  1. Mengecek Tingkat Kepraktisan & Kegunaan Lain

Payung menjadi barang yang bisa dipakai sehari-hari sebenarnya. Tidak hanya ketika musim hujan saja. Jika ingin membawa payung ke sekolah atau bekerja, ada baiknya untuk membawa payung yang mudah dibawa. Misalnya payung yang mudah dibuka tutup tentunya akan membuat lebih praktis untuk dibawa. Pastikan juga tampilan payung yang dipilih tidak murahan dan cukup kuat untuk dipakai selama beberapa tahun ke depan. Jangan lupa untuk mempertimbangkan bobot payung agar nantinya tidak berat ketika dibawa.

  1. Memeriksa Tingkat Keamanan

Seperti yang diketahui bahwa Indonesia memiliki dua iklim, yakni musim hujan dan musim kemarau. Diantara dua musim itu ada musim pancaroba. Dimana hujan dan cuaca cerah tidak bisa dipastikan dengan baik. Oleh karena itulah, penting untuk bisa memilih payung yang tanggung saat teriknya matahari dan derasnya hujan. Pastinya akan lebih praktis apabila mempunyai payung yang bisa dipakai untuk segala cuaca.

  1. Menentukan Berdasar Desain & Kemudahan Perawatan

Kemudian Anda harus bisa memilih payung yang desainnya disukai. Misalnya memilih payung dengan bahan linen berhias renda putih akan menambah kesan feminin. Namun efek perlindungannya pada sinar matahari tidak akan optimal. Perlu diperhatikan dengan baik juga bahwa bahan payung natural mempunyai usia pemakaian yang lebih pendek. Ini dikarenakan lebih rentan pada noda dan kerusakan dimakan serangga. Sedangkan untuk payung dari bahan sintetis pun lebih awet dan mudah dalam perawatannya. Bahan sintetis memiliki risiko kecil dimakan serangga. Meskipun dari segi visual kurang menarik, namun payung dari bahan sintetis lebih fungsional.

  1. Pilih Payung yang Sekaligus Menyejukkan

Untuk mencegah sengatan panas matahari berlebih, ada baiknya memilih payung yang bisa memberikan kesejukan. Tingkat kesejukan tidak bisa diprediksi dari melihat label atau produk saja. Payung dengan coating yang diklaim bisa melindungi dari panas matahari bisa menjadi alternatif. Indikasi lain yang menyatakan kesejukan adalah pada labelnya.

  1. Memperhatikan Tingkat Perlindungan Sinar UV

Payung yang bisa melindungi dari sinar UV ini bisa dilihat dari pemilihan bahan untuk pembuatannya. Jika bahan pembuatan payung menggunakan UPF umumnya bisa meminimalkan tembusnya cahaya ke dalam kain. Selain itu ketebalannya pun juga akan berpengaruh. Semakin tebal bahan payung maka tingkat perlindungannya semakin baik. Selain itu juga perhatikan warna payung yang dibeli. Meskipun dibuat dari bahan sama, namun kain warna gelap mempunyai perlindungan lebih baik dari bahan terang. Jika ingin mendapatkan perlindungan yang maksimal, maka bisa memilih payung yang warnanya gelap. Apabila bagian dalam payung gelap, pantulan cahaya bisa dicegah sehingga tidak mengenai wajah. Oleh karena itulah ada baiknya untuk tidak memilih payung yang bagian dalamnya berwarna terang.